Belajar PHP Bagian 1: Pengenalan

Belajar PHP Bagian 1: Pengenalan

Hi, dengan Anggi Andriyadi disini. Blog ini diperuntukkan untuk anda yang ingin belajar bahasa Pemograman Hypertext Pre-Processing (PHP) dari sangat dasar / Novice. Saya akan mengusahakan seluruh bahasan dalam blog ini akan mudah dimengerti oleh siapapun. dan jangan lupa bookmark website ini, karena tutorial ini akan berkelanjutan dari bagian satu ke bagian lainnya. Selamat Belajar.

Apa itu PHP?

Php atau kepanjangan dari Hypertext Pre-Processor adalah sebuah bahasa pemograman web berbasis Side-Script Server. Bahasa pemograman ini awalnya ditemukan oleh seorang Programmer asal Denmark bernama Rasmus Leedorf tahun 1995. Dimana, awalnya iya membuat sebuah bahasa pemograman baru yang dinamakan Form Intepreted (FI). Bahasa Pemograman FI, iya gunakan untuk mengolah data dokumen/formulir yang diinputkan didalam Web. Selanjutnya, pada tahun 1997, Perusahaan bernama ZEND menyempurnakan Form Intepreted dan mengganti namanya menjadi PHP (Hyper-Pretext Processor).

Pertanyaanya, kenapa Rasmus mengembangkan bahasa FI untuk websitenya? Bukankah sudah ada HTML saat website internet pertama ditemukan. Untuk diketahui, HTML bukanlah bahasa Pemograman, ia hanya sebuah bahasa markup untuk menampilkan tulisan dokumen namun tidak dapat mengolah dan menyimpan dokumen. FI hadir untuk menyempurnakan HTML, yang sebelumnya hanya bisa menampilkan data, sekarang bisa mengolah data, memasukkan data, dan menyimpan data. Bayangkan jika tidak ada bahasa Pemograman FI / PHP maka tidak ada Facebook, Twitter, Instagram, dll, karena website hanya digunakan untuk menampilkan format tulisan/dokumen seperti Ms.Word pada umumnya.

Jadi apakah itu PHP? PHP adalah sebuah bahasa side-server script, dimana ia adalah sebuah script yang disisipkan di HTML. Kenapa harus disisipkan kenapa tidak bisa berdiri sendiri? Untuk diketahui, PHP bukanlah sebuah bahasa stand-alone seperti JAVA, C++, Visual Basic, dll yang mempunyai kemampuan untuk membuat Form Dokumen sendiri. PHP membutuhkan HTML untuk membuat form dokumennya. Contohnya form dokumen seperti dibawah ini:

Gambar 1. Form Dokumen HTML

Dari gambar 1. diatas Form Dokumen tersebut yang berisi inputan nama, E-Mail, Website, Comment, Gender dan tombol Submit hanya dapat dibuat oleh HTML. Sedangkan PHP tidak bisa. Namun, ketika form di klik Submit, HTML tidak bisa mengolah data tersebut dan dikirimkan dan disimpan di Database, Ketika di Klik Form tersebut tidak memiliki aksi apa-apa, Untuk itulah PHP hadir menyempurnakan, yang sebelumnya form HTML tersebut statis tidak bisa mengirimkan apa-apa, menjadi Dinamis karena data yang diinputkan dapat dikirimkan dan disimpan ke dalam Database oleh PHP.

Bagaimana Cara Kerja PHP?

Php berkerja dengan menggunakan Server untuk mengeksekusi setiap kodenya. Tanpa Server, script PHP tidak bisa dijalankan. Cara berkerjanya seperti gambar 2, dibawah berikut:

Gambar 2. Alur Skema PHP

Pada gambar 2, dijelaskan bahwa ketika kita membuka website melalui desktop, permintaan kita dikirimkan melalui Internet lalu diteruskan ke Server. Jika alamat ditemukan didalam server dan database, permintaan akan dikembalikan ke dekstop user melalui internet, sehingga akan tampil halaman website yang dituju.

Bagaimana jika tidak ditemukan di server? jika tidak, maka akan tampil halaman 404: Website Not Found. Jika website error, maka juga akan tampil pesan error yang dikirimkan oleh Server. Untuk itu, jika anda baru ingin belajar PHP, maka harus memiliki server. Tapi tenang saja, anda tidak perlu membeli atau menyewa server, jika anda baru belajar PHP, cukup mendownload dan menginstall XAMPP. Didalam paket XAMPP sudah berisi server lokal Apache dan Database Lokal MYSQL, cukup install lalu server lokal akan terinstal di PC anda.

Jika sudah menginstall, maka terdapat XAMPP Control Panel, klik aktifkan Apache untuk mengaktifkan server. dan maka server akan aktif.

Gambar 3. XAMPP Control Panel

Untuk mengecek server anda, buka browser anda, tuliskan alamat http://localhost/, jika keluar halaman dashboard berikut, maka server anda telah aktif. Selamat, anda sudah memiliki server lokal sendiri.

Gambar 4. Localhost

Demikian tutorial pengenalan PHP ini, semoga membantu dan mencerahkan. Selanjutnya di bagian 2, kita akan membuat script PHP pertama kita. Jika ada pertanyaan jangan ragu berikan komentar di website ini.

~ Anggi

Leave a Reply

Close Menu